Jumat, 06 April 2012

NAMA ILMIAH MAKHLUK HIDUP (BINOMIAL NOMENKLATUR)

Nama makhluk hidup berbeda-beda sesuai dengan bahasa di tempat masing-masing. Contohnya, di Indonesia disebut anjing, tetapi di Inggris disebut dog. Di Indonesia disebut bebek, tetapi di Inggris disebut duck. Perbedaan nama-nama ini pun juga terjadi di seluruh dunia. Hal ini dapat membingungkan dalam mengenali nama binatang.

Carolus Linnaeus, ilmuwan berkebangsaan Swedia, mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan pada kesaamaan struktru dan mengenalkan sistem tata nama ganda (binomial nomenklatur). Binomial nomenklatur artinya setiap jenis makhluk hidup punya nama ilmiah yang terdiri atas dua kata dengan bahasa latin. Aturan tata nama binomial nomenklatur:

  1. Kata pertama = nama genus. Diawali dengan huruf besar.
  2. Kata kedua = penunjuk jenis. Diawali dengan huruf kecil.
  3. Penulisan binomial nomenklatur harus dengan garis bawah secara terputus atau dicetak dengan huruf miring.
Contoh:
  • Manusia: Homo sapiens atau Homo sapiens
  • Ayam: Gallus gallus atau Gallus gallus
  • Padi: Oryza sativa atau Oryza sativa
  • Anjing peliharaan: Canis domestica atau Canis domestica
  • Melinjo: Gnetum gnemon atau Gnetum gnemon
Catatan: Jika binomial nomenklatur ditulis dengan cara diketik, dapat menggunakan salah satu antara garis bawah secara terputus atau cetak miring. Namun, jika binomial nomenklatur ditulis tangan dengan pulpen atau pensil, sebaiknya menggunakan garis bawah secara terputus karena tulisan sulit dibuat miring.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar