Minggu, 08 April 2012

KUNCI DETERMINASI (KUNCI DIKOTOM)

Para ahli biologi melakukan penelitian terhadap suatu makhluk hidup, dari segi apa pun, seperti jumlah sel, dinding sel, ukuran, cara berkembang biak, dapat melakukan fotosintesis atau tidak, dan lain-lain. Selain diteliti, para ahli taksonomi yang bertugas mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan takson (kingdom, filum, divisi, ordo, kelas, dll.) memberikan banyak pertanyaan kepada ahli biologi tentang ciri-ciri makhluk hidup tersebut. Pertanyaan-pertanyaan ini disebut Kunci Determinasi/Kunci Dikotom.

Tujuan kunci determinasi adalah mengenali ciri-ciri makhluk hidup, lalu makhluk hidup tersebut ditetapkan identitas supaya dapat diklasifikasikan menurut takson secara benar (dari kingdom, filum, divisi, ordo, kelas, dll.).

Contoh kunci determinasi:




Kunci determinasi di atas digunakan untuk menempatkan makhluk hidup ke suatu kingdom. Pertanyaan yang diberikan adalah:
1. Apakah makhluk hidup itu mempunyai membran inti?
    a. Jika mempunyai membran inti, pergi ke pertanyaan nomor 2.
    b. Jika tidak mempunyai membran inti, makhluk hidup tersebut adalah Monera.
2. Berapakah jumlah sel yang dimiliki makhluk hidup itu?
    a. Jika mempunyai banyak sel, maka lanjut ke pertanyaan nomor 3.
    b. Jika mempunyai sedikit sel, maka makhluk hidup tersebut adalah Protista.
3. Sifat makhluk hidup itu autotrof atau heterotrof?
    a. Jika heterotrof, maka lanjut ke pertanyaan nomor 4.
    b. Jika autotrof, maka makhluk hidup tersebut adalah Plantae.
4. Adakah dinding sel pada makhluk hidup itu?
    a. Jika ada, maka makhluk hidup tersebut adalah Fungi.
    b. Jika tidak ada, maka makhluk hidup tersebut adalah Animalia.

Jumat, 06 April 2012

CONTOH DALAM TAKSONOMI

Urutan Takson:

1. Kingdom
Ada 5 Kingdom di dunia:

  1. Plantae
  2. Animalia
  3. Fungi
  4. Protista
  5. Animalia
2. Phylum/Divisi

Phylum (untuk hewan):
  1. Porifera: hewan berpori
  2. Coelenterata: hewan berongga
  3. Platyhelminthes: cacing pipih
  4. Nemathelminthes: cacing gilig
  5. Annelida: cacing gelang
  6. Molusca: hewan bertubuh lunak
  7. Arthropoda: hewan beruas
  8. Echinodermata: hewan berkulit duri
  9. Chordata: hewan yang mempunyai tali sumbu tubuh/chorda dorsalis
Phylum nomor 1-8 merupakan golongan Achordata, yaitu hewan yang tidak mempunyai tali sumbu tubuh/chorda dorsalis. Phylum nomor 3-5 merupakan golongan vermes (cacing).

Divisi (untuk tumbuhan)
  1. Bryophyta: Tumbuhan Lumut
  2. Pterydophyta: Tumbuhan Paku
  3. Spermatophyta: Tumbuhan Berbiji
3. Sub Phylum/Sub Divisi

Phylum Chordata mempunyai Sub Phylum:
  1. Cephalochordata: tali sumbu di kepala
  2. Hemichordata: tali sumbu di punggung
  3. Urochordata: tali sumbu di ekor
  4. Vertebrata: sudah mempunyai tulang tengkorak dan tulang belakang
Divisi Spermatophyta mempunyai Sub Divisi:
  1. Gymnospermae: tumbuhan berbiji terbuka (biji tidak tertutup oleh daging buah)
  2. Angiospermae: tumbuhan berbiji tertutup (biji tertutup oleh daging buah)
4. Kelas
Sub Phylum Vertebrata dibagi menjadi beberapa kelas:
  1. Agnatha
  2. Chondrichthyes
  3. Osteichthyes
  4. Amphibia
  5. Reptilia
  6. Aves
  7. Mamalia
Kelas nomor 1-3 termasuk golongan pisces (ikan).

Sub Divisi Gymnospermae dibagi menjadi beberapa kelas seperti:
        Kelas                  Ordo                   Familia               Genus                Species

1. Cycadinae   ---> Cycadales   ---> Cycadaceae   ---> Cycas   ---> Cycas rumpii (pakis haji)
2. Coniferinae  ---> Coniferales ---> Coniferceae    ---> Pinus     ---> Pinus merkurii (pinus sumatera)


                                                                               ---> Agathis  ---> Agathis alba (damar)
3. Gnetinae      ---> Gnetales      ---> Gnetaceae     ---> Gnetum ---> Gnetum gnemon (melinjo)
4. Ginkgoinae  ---> Ginkgoales   ---> Ginkgoaceae  ---> Ginkgo  ---> Ginkgo biloba (ginkgo)

Sub Divisi Angiospermae dibagi menjadi beberapa kelas:
1. Monokotil/Liliopsida (monokotil: biji berkeping satu)
2. Dikotil/Magnoliopsida (dikotil: biji berkeping dua)

        Kelas                      Ordo          Familia                                                               Contoh
1. Monocotyledonae ---> Poales ---> Poaceae (suku rumput-rumputan) ---> padi, jagung, tebu, rumput
                                ---> Arecales ---> Arecaceae (suku pinang-pinangan) ---> kelapa, pinang, lontar
                                ---> Musales ---> Musaceae (suku pisang-pisangan) ---> pisang, manila
                                ---> Orchidales ---> Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan) ---> anggrek, vanili

        Kelas                      Ordo          Familia                                                               Contoh
2. Dicotyledonae      ---> Rutales ---> Rutaceae (suku jeruk-jerukan) ---> jeruk
                                ---> Rosales ---> Rosaceae (suku mawar-mawaran) ---> apel, mawar
                                ---> Myrtales ---> Myrtaceae (suku jambu-jambuan) ---> jambu

5. Ordo

Contoh:
1. Kelas Aves dibagi menjadi beberapa ordo:
           Ordo                     Familia                  Contoh

  1. Galliformes      ---> Gallidae       ---> ayam
  2. Casuariformes  ---> Casuaridae  ---> kasuari
  3. Columbiformes ---> Columbidae ---> merpati
  4. Passerieformes  ---> Passeridae  ---> beo, kenari, gelatik
  5. Psitaciformes    ---> Psitaccidae  ---> nuri dan parkit
  6. Falconiformes   ---> Falconidae  ---> elang dan rajawali
2. Kelas Mamalia dibagi menjadi beberapa ordo:
  1. Primata      : manusia, kera, gorila, orang utan
  2. Carnivora   : kucing, anjing, harimau
  3. Marsupialia : kanguru, anoa
  4. Rodentia     : tikus, hamster
6. Familia
Contoh familia ada di atas.

7. Genus
Merupakan nama pertama, penulisan huruf awal dengan huruf kapital.

8. Species
Terdiri dari dua nama/binomial nomenklatur/tata nama ganda
Contoh:

  • Manusia: Homo sapiens atau Homo sapiens
  • Ayam: Gallus gallus atau Gallus gallus
  • Padi: Oryza sativa atau Oryza sativa
  • Anjing peliharaan: Canis domestica atau Canis domestica
  • Melinjo: Gnetum gnemon atau Gnetum gnemon
Jika ada nama ketiga, merupakan nama varietas/ras. Huruf awal ditulis dengan huruf kecil, tulisannya dicetak miring atau garis bawah terputus. Nama ketiga merupakan subspecies, jika ada 3 kata disebut trinomial nomenklatur.
Contoh:

  • Padi hutan: Oryza sativa glutenous atau Oryza sativa glutenous

NAMA ILMIAH MAKHLUK HIDUP (BINOMIAL NOMENKLATUR)

Nama makhluk hidup berbeda-beda sesuai dengan bahasa di tempat masing-masing. Contohnya, di Indonesia disebut anjing, tetapi di Inggris disebut dog. Di Indonesia disebut bebek, tetapi di Inggris disebut duck. Perbedaan nama-nama ini pun juga terjadi di seluruh dunia. Hal ini dapat membingungkan dalam mengenali nama binatang.

Carolus Linnaeus, ilmuwan berkebangsaan Swedia, mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan pada kesaamaan struktru dan mengenalkan sistem tata nama ganda (binomial nomenklatur). Binomial nomenklatur artinya setiap jenis makhluk hidup punya nama ilmiah yang terdiri atas dua kata dengan bahasa latin. Aturan tata nama binomial nomenklatur:

  1. Kata pertama = nama genus. Diawali dengan huruf besar.
  2. Kata kedua = penunjuk jenis. Diawali dengan huruf kecil.
  3. Penulisan binomial nomenklatur harus dengan garis bawah secara terputus atau dicetak dengan huruf miring.
Contoh:
  • Manusia: Homo sapiens atau Homo sapiens
  • Ayam: Gallus gallus atau Gallus gallus
  • Padi: Oryza sativa atau Oryza sativa
  • Anjing peliharaan: Canis domestica atau Canis domestica
  • Melinjo: Gnetum gnemon atau Gnetum gnemon
Catatan: Jika binomial nomenklatur ditulis dengan cara diketik, dapat menggunakan salah satu antara garis bawah secara terputus atau cetak miring. Namun, jika binomial nomenklatur ditulis tangan dengan pulpen atau pensil, sebaiknya menggunakan garis bawah secara terputus karena tulisan sulit dibuat miring.

SISTEM KINGDOM

Perkembangan Sistem Kingdom:
Sistem 2 Kingdom
Pertama-tama, organisme dibagi menjadi 2 kingdom besar:
  1. Plantae (berdinding sel, berklorofil untuk berfotosintesis sehingga autotrof (dapat menghasilkan makanan sendiri))
  2. Animalia (tidak berdinding sel, tidak berklorofil sehingga heterotrof (tidak dapat menghasilkan makanan sendiri)), Animalia termausk fagotrof, artinya heterotrof yang menelan benda padat)
Sistem 3 Kingdom
Mikroskop ditemukan oleh Antonie van Leeuwenhoek. Dengan alat ini, makhluk-makhluk yang berukuran kecil pun terlihat. Manusia pun mulai mengerti tentang sel. Makhluk hidup dibedakan menjadi 3 menurut jumlah selnya:
  1. Plantae: bersel banyak
  2. Animalia: bersel banyak
  3. Protista: bersel tunggal
Sistem 4 Kingdom
Setelah mikroskop mulai berkembang, para ahli pun akhirnya mengetahui struktur sel (susunan sel) secara pasti. Akhirnya, ditemukan sel prokariotik dan sel eukaroiotik.
Sel prokariotik adalah sel yang belum mempunyai membran inti (karioteka). Artinya, pada sel prokariotik materi genetiknya belum terlindungi oleh membran inti/selaput inti/karioteka.
Sel eukariotik adalah sel yang sudah mempunyai membran inti (karioteka). Artinya, pada sel eukariotik nukleus dilindungi oleh membran inti/selaput inti/karioteka. Materi genetik pada sel eukariotik berada dalam nukleus yang diselubungi membran inti.
  1. Plantae: organisme eukariotik
  2. Animalia: organisme eukariotik
  3. Protista: organisme eukariotik
  4. Monera: organisme prokariotik


Sistem 5 Kingdom menurut Robert H. Whittaker
Seiring kemajuan teknologi, manusia menemukan bahwa fungi (jamur) yang dahulu pernah dimasukkan ke dalam plantae dan protista akhirnya dipindahkan menjadi 1 kingdom baru karena fungi dahulu diduga merupakan makhluk autotrof yang dapat berfotosintesis. Robert H. Whittaker membagi makhluk hidup menjadi 5 kingdom.
  1. Plantae
  2. Animalia
  3. Protista
  4. Monera
  5. Fungi: berdinding sel, tidak berklorofil sehingga heterotrof.
Sistem 6 Kingdom
Ditemukan lagi makhluk hidup baru, yaitu virus. Jadi susunan kingdom:
  1. Plantae
  2. Animalia
  3. Protista
  4. Monera
  5. Fungi
  6. Virus
Namun, sistem yang ini masih diperdebatkan karena virus mempunyai sifat benda mati dan sifat makhluk hidup.

Sistem 6 Kingdom menurut Carl Woose
Carl Woose memecah Monera menjadi dua, yaitu Eubacteria dan Archaebacteria.
  1. Plantae
  2. Animalia
  3. Protista
  4. Eubacteria
  5. Archaebacteria
  6. Fungi
Selain sistem di atas, berdasarkan cara memperoleh nutrisi, ada juga Sistem 3 Kingdom: 
  1. Plantae: autotrof dari klorofil
  2. Animalia: fagotrof (heterotrof yang menelan makanan bentuk padat)
  3. Fungi: heterotrof, menguraikan medium dan menyerapnya
Dari Sistem Kingdom di atas, yang sekarang digunakan adalah Sistem 5 Kingdom menurut Robert H. Whittaker.

TINGKATAN ORGANISASI KEHIDUPAN (HIERARKI KEHIDUPAN)

Objek biologi dikaji pada seluruh tingkat organisasi kehidupan. Urutan tingkatan organisasi kehidupan disebut hierarki kehidupan. Tingkatan organisasi kehidupan dari yang terendah sampai tertinggi:

  1. Molekul
  2. Sel
  3. Jaringan
  4. Organ
  5. Sistem Organ
  6. Organisme (Individu)
  7. Populasi
  8. Komunitas
  9. Ekosistem
  10. Biosfer
Molekul
Molekul adalah bahan kimia dasar penyusun kehidupan. Molekul mengalami kondensasi sehingga membentuk asam amino, substansi kehidupan yang akan membentuk menjadi sel. Contoh: asam nukleat berupa DNA/RNA.

Sel
Sel adalah satuan (unit) kehidupan terkecil dari makhluk hidup. Contoh: sel darah merah dan sel darah putih.

Jaringan
Jaringan adalah kelompok sel yang sejenis, memiliki bentuk dan fungsi yang sama dalam tubuh makhluk hidup multiseluler. Contoh: jaringan epitel, jaringan otot, jaringan tulang, dll. pada hewan dan jaringan epidermis, jaringan meristem, jaringan pengangkut, dll. pada tumbuhan.

Organ
Organ adalah kelompok jaringan yang bersatu dan bekerja sama yang menjalankan fungsi tertentu. Contoh: usus, lambung, paru-paru, jantung, dan lain-lain.

Sistem Organ
Sistem organ adalah gabungan dari organ-organ yang bekerja sama untuk membentuk suatu sistem dalam kehidupan. Contoh: sistem pencernaan disusun oleh lambung, usus halus, usus besar, dan usus 12 jari; sistem   koordinasi dan indera disusun oleh otak, sumsum tulang belakang, serabut saraf, dan panca indera.

Organisme (Individu)
Organisme gabungan dari sistem-sistem organ yang bekerja sama membentuk kehidupan. Satu organisme dapat disebut juga individu. Individu adalah satu makhluk hidup tunggal. Contoh: seorang manusia, seekor anjing, seekor kucing, sebuah pohon jambu, dll.

Populasi
Populasi adalah sekumpulan individu sejenis yang menempati suatu daerah tertentu. Contoh: populasi harimau berjumlah 30 ekor, populasi badak berjumlah 100 ekor, populasi gajah berjumlah 23 ekor, dll.

Komunitas
Komunitas adalah seluruh makhluk hidup yang hidup di suatu daerah tertentu. Contoh: komunitas sawah, terdiri dari padi, tikus, ular, elang; komunitas kolam terdiri dari teratai, ikan, katak, dll.

Ekosistem
Ekosistem adalah sekumpulan makhluk hidup dengan benda mati dalam satu kesatuan tempat hidup yang mempunyai hubungan timbal balik. Contoh: ekosistem hutan, benda mati terdiri dari tanah, bebatuan, hujan, angin, dll., makhluk hidup terdiri dari harimau, lintah, gajah, dll.; ekosistem laut, benda mati terdiri dari air laut, batu karang, dll., makhluk hidup terdiri dari ikan, udang, kepiting, plankton, dll.

Biosfer
Biosfer (lapisan kehidupan) adalah seluruh planet bumi beserta makhluk hidup yang ada di dalamnya.

Kamis, 05 April 2012

KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP MENURUT CAROLUS LINNAEUS (TAKSONOMI)

Cara mengklasifikasikan makhluk hidup pertama kali diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus (1707-1778). Ilmu yang mempelajari klasifikasi makhluk hidup disebut taksonomi. Taksonomi merupakan salah satu cabang biologi..Karena Carolus Linnaeus sebagai orang pertama meletakkan dasar taksonomi, ia dianggap sebagai Bapak Taksonomi. Carolus Linnaeus menyusun klasifikasi menurut persamaan dan perbedaan struktur tubuh. Kelompok-kelompok makhluk hidup dalam taksonomi disebut takson. Jadi, takson merupakan tingkatan dalam klasifikasi. Takson tersebut dari atas sampai ke bawah adalah:

No.
Bahasa Latin
Bahasa Inggris
Bahasa Indonesia
1.
Regnum
Kingdom
Kerajaan
2.
Phylum/Divitio
Phylum/Division
Filum/Divisi
3.
Classis
Class
Kelas
4.
Ordo
Order
Bangsa
5.
Familia
Family
Suku
6.
Genus
Genus
Marga
7.
Spesies
Species
Jenis

Catatan: Phylum untuk Kingdom Animalia (hewan), Division untuk Kingdom Plantae (tumbuhan).

Semakin ke atas, jumlah makhluk hidup semakin banyak, lebih sedikit persamaan, lebih banyak perbedaan, dan penggolongan semakin lebih secara umum. Semakin ke bawah, jumlah makhluk hidup semakin sedikit, lebih banyak persamaan, lebih sedikit perbedaan, dan penggolongan semakin lebih secara khusus.

Di atas, masih terdapat bagian-bagian yang diberi nama dengan tambahan sub, seperti sub filum dan sub divisi, sub kelas, sub famili, sub genus, dan sub spesies. Letak sub filum di antara filum dan kelas, letak sub divisi di antara divisi dan kelas, letak sub kelas di antara kelas dan ordo, letak sub ordo di antara ordo dan kelas, dan seterusnya.

DEFINISI KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

Klasifikasi makhluk hidup adalah suatu cara memilah-milah dan mengelompokkan makhluk hidup menjadi golongan-golongan atau unit-unit tertentu. Tujuan dari klasidfikasi makhluk hidup adalah mempermudah untuk mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup. Contoh bentuk klasifikasi: dalam pasar swalayan, barang-barang yang dijual tidak dicampur-campur, melainkan dipisah. Barang elektronik dipisahkan dengan bahan makanan. Barang elektronik itu pun masih dikelompokkan lagi menjadi TV, radio, lemari es, dll. TV pun juga masih dikelompokkan berdasarkan merk dan harganya. Dalam hal ini, klasifikasi dilakukan untuk mempermudah penjual dan pembeli mencari dan menemukan barang yang ingin dibeli. Sama halnya dengan klasifikasi makhluk hidup, klasifikasi makhluk hidup dilakukan supaya lebih mudah mengenali, membandingkan dan mempelajari makhluk hidup.

Dasar klasifikasi makhluk hidup adalah persamaan dan perbedaan sifat atau ciri. Makhluk hidup yang memiliki persamaan ciri dikelompokkan ke dalam suatu kelompok tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari misalnya, kita mengenal kelompok sayuran, kelompok buah-buahan, kelompok ikan, kelompok unggas, dan lain-lain. Pengelompokkan makhluk hidup dilakukan dengan berbagai dasar, seperti:
  • Berdasarkan ukuran tubuh, tumbuhan dikelompokkan menjadi pohon, perdu, dan semak.
  • Berdasarkan manfaat, tumbuhan dikelompokkan menjadi tanaman obat-obatan, tanaman sandang, tanaman hias, tanaman pangan, dll.
  • Berdasarkan jenis makanannya, hewan dikelompokkan menjadi pemakan daging (karnivora), pemakan tumbuhan (herbivora), dan pemakan hewan serta tumbuhan (omnivora).
  • Berdasarkan lingkungan hidupnya, tumbuhan dikelompokkan menjadi tumbuhan yang hidup di lingkungan kering (xerofit), tumbuhan yang hidup di lingkungan air (hidrofit), dan tumbuhan yang hidup di lingkungan lembab (higrofit).
  • Berdasarkan alat gerak, mamalia dikelompokkan menjadi mamalia bergerak dengan tungkai (sapi, kerbau, anjing, dll.), mamalia bergerak dengan sirip (paus, lumba-lumba, pesut), dan mamalia bersayap (kelelawar).
  • Berdasarkan jumlah keping biji, tumbuhan dibagi menjadi dikotil (biji berkeping 2) dan monokotil (biji berkeping 1). 
  • Berdasarkan alat kelaminnya, bunga dibagi menjadi bunga sempurna (punya benang sari dan putik) dan bunga tidak sempurna (hanya punya salah satu saja).